Archive | Peristiwa RSS feed for this section

Jamming at Fatback, FX Senayan

24 Nov

Jum’at lalu (21 November 2014), saya jamming (nimbrung main :p ) dengan Tanya Ditaputri (guitar, vocal) dan Panji Baskoro (cajon) di kafe Fatback di FX, Senayan. Di waktu-waktu senggang, jamming seperti ini sehat dan menyegarkan 🙂

 

Berikut ini ada cuplikan video beberapa lagu yang kami mainkan Jum’at kemarin:

 

 

 

 

 

It’s fun, thank’s to Tanya, Panji, and Fatback!

Advertisements

RAYA Combo – Summer Cool Group!

11 Nov

Beberapa bulan lalu, saya mengikuti program Bali Jazz Summer School di Bali (3-8 Agustus 2014). Acara yang seru untuk mengisi ilmu hehehe… Acara ini agak minim promosinya, jadi banyak teman2 yang ternyata tidak tahu ada program ini. Berikut ini video cuplikan Agustus kemarin:

 

 

Bukan hanya menambah ilmu, tapi saya juga jadi tambah kenalan. Di antaranya Tedy Eka (vocal), Nasharizky Ersandy (sax), Christianlie Jery (piano).  Sekembalinya ke Jakarta, kami juga menjalankan project bareng yang dinamakan Summer Cool Group (update: sekarang RAYA Combo Band), dengan menambah beberapa personil lain. Ada 2 video demo kami yang sudah di-post di youtube:

 

 

 

Special thanks to the teachers, especially Ben van den Dungen and Frans van Geest! 🙂

 

 

 

Simple Home Recording: Covering “Happy” (Pharrell Williams) and “Close To You” (Carpenters)

13 Jun

Kemarin, di studio rumah, gua dan beberapa teman melakukan rekaman sederhana. Setelah beberapa hari sebelumnya dapet info bakal pakai instrumen apa aja, gua mulai menyusun rencana posisi alat2 dan penggunaan kabel2.

Melihat jumlah instrumen… Sebenernya agak “kekurangan” mic dan kabel :p seinget gua, belum pernah lakuin live recording di sini dengan format seperti ini. Berikut ini yg direkam berbarengan:

  • Vocal
  • Keyboard
  • Bass
  • Accoustic guitar
  • Cajon

Sedangkan, yg direkam belakangan adalah saxophone dan sounds tambahan dari iphone.

Yamaha MW8CX, TC Electronic Desktop Konnekt 6, Macbook

Yamaha MW8CX, TC Electronic Desktop Konnekt 6, Macbook

Peralatan rekaman yg dipakai, adalah TC Electronic Desktop Konnekt 6, Firewire audio interface yang tersambung ke Macbook. Interface ini maksimum merekam langsung 2 channels. Jadi gua pisah, yg pertama untuk vocal, yg kedua untuk instrumen lainnya (yg dihubungkan ke mixer Yamaha MW8CX).

Untuk Mic, yg gua punya:

  • AKG D7 – untuk vocal (live dan dub) dan sax (dub)
  • Shure SM 58 – untuk amp miking (ke Roland KC-150, yg dipakai sebagai ampli bass)
  • Superlux (lupa tipenya) – condenser, untuk gitar akustik. Mic disambung ke Behringer Mic100 preamp
  • Nady MH-16 – clip-on, wireless, untuk cajon
  • Samson (lupa tipenya) – condenser, clip-on kabel…. ini ga dipakai :p

 

Acc guitar miking - Superlux mic, with Behringer Mic100 preamp on the floor.

Acc guitar miking – Superlux mic, with Behringer Mic100 preamp on the floor.

Kenapa SM58 untuk todong ampli, dan KC-150 untuk ampli bass?

Awalnya, gua kepikir untuk pakai Superlux untuk todong ampli, AKG D7 untuk todong gitar, SM58 untuk vocal. Tapi setelah gua tes sendiri, ternyata untuk suara gitar yg “lebih”, gua bakal butuh superlux dan preamp Behringer, karena menurut gua preamp dari mixer Yamaha kurang kuat mengangkat gain gitar. Sementara, bass kayaknya bakal lumayan kenceng hehehe. Pakai ampli KC-150 karena…. Gua belum punya ampli bass. O ya, gua merekam bass dengan cara seperti ini karena kondisi instalasi listrik di rumah gua. Kalau Bass langsung ke mixer, bakal nyetrum…

cajon miking

cajon miking

Kenapa  mic wireless clip-on untuk cajon? Dan rasanya pakai Samson lebih nendang deh…

Tadinya mau pakai Samson, tapi karena butuh phantom power sedangkan preamp Behringer gua cuma ada 1, jadi gua pake yg wireless ini. Memang sih, gua jadi ngerasa cajon adalah instrumen yg paling jadi “korban” di sesi rekaman kali ini hahahah…

.

Intinya, gua mau lakuin rekaman kali ini secara live untuk menghemat waktu, tapi memang membutuhkan persiapan peralatan yg ekstra. Berikut ini hasilnya, yang direkam dan di-mix sederhana dengan Cubase 6:

.

.

Info tambahan mengenai peralatan:

Bass: Yamaha BB 414

Keyboard: Casio CDP-200R (sound piano dan EP, dari sini)

Iphone app: Garageband

Saxophones: Monique tenor sax (Rico Metalite M7 mouthpiece & Rico 2.5 baritone sax reed), Zeff France curved soprano sax Drake Jazz 8 mouthpiece & Rico 2 reed)

Someone To Watch Over Me

27 Jul

Kemarin malam, gw merekam sebuah lagu dari George & Ira Gershwin, Someone To Watch Over Me. Salah satu ballad favorit, yang juga menyimpan beberapa kisah :p ide untuk merekam lagu ini, termasuk aransemen dan cara merekamnya, muncul secara tiba-tiba, setelah menjalani hari yang sebenarnya not my good day. Hal-hal yang kurang enak yang kita alami bisa menjadi inspirasi, selama kita tetap mau mendengar dan melihat sekeliling dan juga hati kita, tidak hanya fokus ke masalah-masalah itu. Dan inspirasi itu kadang (atau sering) perlu secepatnya dieksekusi, sebelum terlewatkan.

Beberapa fakta tentang rekaman ini:

– Semua instrumen (cajon, electric bass, keys, sax) direkam secara live, tidak pakai MIDI. Dan semuanya gw yg main 😀

– Di alto saxophone, gw pakai R. Reginald Custom wooden mouthpiece yang dibuat JAWA Mouthpiece, Indonesia.

– Untuk keyboards, gw pakai Casio CDP-200R (suara electric piano) dan Roland Juno-G (suara lainnya: strings, orchestra, bells)

– Gw merekam electric bass (Yamaha BB 414) dengan cara mic ditodong ke amplifier Roland KC-150.

– Electric piano direkam dengan 2 tracks: 1 direct, 1 mic ditodong ke ampli tadi.

– Gw menggunakan 1 mic untuk semua keperluan di rekaman ini (cajon, bass, key, sax): Nady SCM 900.

Seminggu Lalu dan Hari Ini

5 Nov

Post gw sebelum ini adalah di bulan Mei 2012, itupun cuma tentang jualan (setelah ini gw juga mau posting jualan lagi sih :p hehehe). Waktunya bersihin sarang laba-laba, rayap, debu, dan sisa2 makanan #ehhh ….

.

Jadi, apa yg membawa gw kembali ke sini?

Ada berbagai ups and downs sepanjang September – Oktober ini dan semuanya berlangsung lumayan cepat. Nah, di minggu kemarin gw melihat, merasa, mendengar beberapa hal yg seperti menjadi pelajaran buat gw, mungkin semacam jawaban juga. Mudah2an bisa bermanfaat juga buat temen2.

.

1. Berpikir di Luar Kotak

“Berpikir di luar kotak” bukan hanya dalam problem-solving. Dalam beberapa waktu belakangan, gw semakin melihat perlunya ini diterapkan dalam pergaulan juga. Hidup bukan sinetron. Orang tidak bisa dikotakkan dalam kategori “selalu baik”, “selalu jahat”, “selalu benar”, “tidak berguna”, “menyebalkan”, dan kotak-kotak lainnya. Setiap pribadi itu unik, dan rasanya lebih baik kita belajar untuk melihat dari sudut pandang orang lain juga. Kalau sudah begini, lama-lama “kesan pertama” semakin kurang relevan. Butuh investasi waktu yg lebih, untuk memelajari dan menilai orang. Ini juga berarti menyiapkan hati kita, untuk sewaktu-waktu dikecewakan/disenangkan oleh orang yang tidak kita duga.

 

2. Bicara Lebih Banyak, Bicara Lebih Sedikit

Ini dua hal yg berbeda, yg mesti lebih dipelajari timing-nya, kapan pakai yg mana. Di satu sisi, mesti lebih berani sampaikan ide, kalau kita memang bener2 mau lakuin itu atau kita mau itu terwujud. Di sisi lain, meskipun kita tahu banyak, tidak berarti kita harus bicarakan semuanya karena sangat rentan jadi keluar konteks. Hati-hati batas antara tahu banyak, sok tahu, dan pamer pengetahuan. Know when to talk more, talk less, and maybe even more important…. listen more.

 

3. Hidup Terus Berjalan

Tidak peduli seberapa senang/kecewa/marahnya kita dengan kehidupan kita sekarang, umur terus bertambah (atau tiba2 berhenti). Jadi, teruslah berpikir ke depan. Masa lalu itu seperti kaca spion, membantu kita memosisikan diri, tapi untuk bergerak maju tentu kita harus melihat ke depan. Bukan hanya tentang hidup kita, tapi juga berpikir ke depan ketika memandang orang lain (mirip2 poin 1 tadi).

 

4. (Otomatis) Menjadi Inspirasi

Orang2 selalu menilai kita. Selalu. Kita mungkin bisa merasa hideous, invisible. Tapi dalam setiap interaksi kita dengan orang lain, mereka akan menilai kita. Yang unik, jangan berusaha terlihat baik… Tapi jadilah baik. Do what you mean and mean what you do. Kadang (atau sering) kita tidak sadar, hal-hal kecil yg kita lakukan dgn baik, bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Yg lebih membingungkan lagi, “kebodohan”/”kekonyolan” kita pun bisa menarik atau menginspirasi orang lain.

.

.

.

4 poin itu dulu ya… tadinya gw mau cerita lebih banyak (tadinya judulnya “Seminggu, Setahun, 24 Tahun”), tapi gw pikir2 lagi mungkin lebih enak dipisah di post yg lain hehehe.

Terima kasih untuk teman-teman lama dan baru yang tanpa sadar telah menginspirasi gw untuk nge-blog lagi.  🙂 shoutout to Maddy! :p

Fly Me To The Moon (In Other Words)

3 Aug

Whew… Setelah sekian lama ga bikin blog post atau meng-update blog  *bersihin debu dulu*…. Well, I’m back.

Banyak banget sebenernya terjadi hal-hal yang menarik  selama gw “meninggalkan” blog ini. Banyak hal telah berubah… Misalnya sekarang gw udah pake Blackberry.

But ok, let’s save those stories  for now.

.

.

Pada tanggal 31 Juli kemarin gw sudah bersiap-siap memasuki bulan Agustus dengan ceria, meskipun ini jelas melanggar lagu “September Ceria”. Ada beberapa perencanaan yang udah gw siapin.

Ternyata, apa yang terjadi? Gw memasuki hari pertama, kedua, dan ketiga dengan sakit. Urrggghh. Termasuk ketika lagi nulis ini? Ga sih, gw sekarang uda seger koq, besok udah mau fitness lagi.

.

Hari ini, tadi ketika mendekati jam 9 malam, gw baru aja selesai latihan piano. Tiba-tiba kepikiran : udah lama ya ga ngerekam solo piano? Jadi mau coba ngerekam deh. Tadinya niat rekam antara “Misty”, “That’s All”, atau dua2nya (medley).

Namun, sambil mikirin intro, tiba2 gw diam, dan terpikir untuk mainin lagu lain. Dan jadilah gw memainkan dan merekam lagu ini dalam 3x take (take pertama dan kedua untuk membenahi intro-nya). Tidak ada catatan, semua mengalir saja….

 

Video Latihan Grup Musik Akustik

16 May

Baru-baru ini gw merekam beberapa video di sebuah sesi latihan grup musik akustik di rumah gw, hari Sabtu 14 Mei 2011.  Silahkan dinikmati….

Formasi :

– Ramon Sampoel – Vocal

– Robert Reginald – Keyboard

– Albert Victor – Accoustic Guitar

– Danny Kriswandi – Electric Bass

Cintaku – Chrisye

.

The Way You Look Night

.

Heaven – Bryan Adams